এখন থেকে আমরা Elev8

আমরা শুধুমাত্র একটি ব্রোকার নই। আমরা একটি সর্বাত্মক ট্রেডিং ইকোসিস্টেম—বিশ্লেষণ, ট্রেড, এবং প্রবৃদ্ধির জন্য আপনার যা কিছু প্রয়োজন তা এক জায়গায়। আপনার ট্রেডিং উন্নত করতে প্রস্তুত?

Batu Bara ICE Newcastle Turun Lebih Jauh ke 124,95 di Tengah Meredanya Kekhawatiran Geopolitik

  • Batu Bara ICE Newcastle melanjutkan penurunan setelah menembus kisaran.
  • Pasar masih menantikan tanggal pasti perundingan damai AS-Iran.
  • Indonesia mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup hari kemarin di 124,95 yang lebih rendah 2,57% dari penutupan hari Selasa. Batu bara ini membuka hari Rabu kemarin dengan gap bawah kecil di 127,50 dan merayap lebih rendah menuju terendah hari 124,95 hingga penutupan. Komoditas ini terus turun di tengah munculnya peluang perdamaian di Timur Tengah serta masih bertahannya gencatan senjata antara AS dan Iran sejauh ini.

Batu bara ini mempertahankan penembusan dari kisaran sideways serta semakin menjauh dari tertinggi 2026 yang dicapai di 150,00 pada awal Maret. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 36,84 mengindikasikan momentumnya bearish dan menunjukkan masih ada ruang di sisi bawah sebelum masuk ke zona jenuh jual.

Suhu di pelabuhan Newcastle Australia adalh 26°C dengan kondisi cerah sepanjang hari pada saat berita ini ditulis. Keadaan seperti ini dengan peluang hujan rendah akan membuat aktivitas pemuatan batu bara di pelabuhan berjalan dengan lancar. Kondisi tersebut membuat cuara menjadi aspek yang tidak memengaruhi harga komoditas ini dalam jangka pendek.

Kondisi harga batu bara yang disebutkan di atas terjadi di tengah meredanya kekhawatiran atas konflik di Timur Tengah akibat terbukanya peluang perundingan damai baru antara AS dengan Iran dalam waktu dekat setelah pada akhir pekan lalu gagal membuat terobosan yang nyata. Ke depan, pasar menantikan pengumuman soal tanggal pasti perundingan tersebut.

Hasil apa pun dari perundingan ini berpotensi menggerakkan komoditas, terutama komoditas-komoditas energi yang terkait langsung dengan Selat Hormuz seperti minyak, dan gas, serta yang tidak terkait langsung seperti batu bara yang permintaannya meningkat untuk menggantikan gas secara temporer sebagai sumber untuk pembangkit energi.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua April 2026 dalam Kepmen ESDM No. 145.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $103,43 naik dari $99,87
  • Batubara I (5.300 GAR) $77,71 naik dari $72,28
  • Batubara II (4.100 GAR) $52,84 naik dari $49,99
  • Batubara III (3.400 GAR) $38,30 naik dari $35,23

Di tengah ketidakpastian pasokan komoditas energi yang berlangsung beberapa minggu ke belakang, pemerintah Indonesia terus mengupayakan transisi energi fosil ke sumber-sumber energi alternatif.

Kementerian ESDM mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) sebagai bagian dari pengembangan waste to energy (WtE) sekaligus sebagai upaya untuk mengatasi krisis sampah dan energi. Ditergetkan membangun 34 proyek di 34 kota selama 2026-2027.

PT Sumber Organik mengoperasikan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya. Perusahaan ini telah mengelola sampah dengan volume sekitar 1.600 ton/hari dan proyek ini menjadi contoh pengolahan sampah menjadi energi

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengatakan bahwa pengelolaan sampah perkotaan adalah prioritas dan perlu upaya yang sistematis agar tidak menjadi masalah namun justru bermanfaat, saat beliau mengunjungi TPA Benowo, seperti diinformasikan dalam situ Kementerian ESDM.

Pengolahan sampah plastik menghasilkan Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) setara diesel oil. Informasi yang didapat dari pilot project, produksi BBMT bisa sebesar 60-70 kiloliter per hari.

Diversifikasi sumber komoditas pembangkit terbarukan ini berpotensi mengurangi konsumsi batu bara di dalam negeri sehingga porsi untuk ekspor menjadi lebih besar. Pada tahun 2025, realisasi produksi batu bara nasional adalah sebesar 790 juta ton dengan perincian 32% untuk dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) dan sisanya untuk ekspor.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Harga Perak Hari ini: Perak Naik, Menurut Data FXStreet

Harga Perak (XAG/USD) naik pada hari Kamis, menurut data FXStreet. Perak diperdagangkan pada $79,65 per troy ons, naik 0,83% dari $78,99 pada hari Rabu
আরও পড়ুন Previous

Tembaga: Level tertinggi satu bulan karena harapan de-eskalasi – ING

Tim komoditas ING mengatakan Tembaga telah naik ke sekitar tertinggi satu bulan seiring logam industri yang lebih luas karena pasar memperhitungkan risiko makro yang berkurang dan potensi pembicaraan AS–Iran
আরও পড়ুন Next